gkii.lagu-gereja.com
Gereja Kemah Injil Indonesia

View : 1024 kali
Download MP3 Music
BAB I
PENDAHULUAN


Bertahun-tahun bangun, tidur dan beraktifitas sampai keluar rambut putih di dalam Gereja, sampai saat ini pemimpin Gereja sekalipun apalagi anggota Jemaat masih ada yang belum mengerti tentang "GEREJA". Untuk itu dalam laporan kegiatan Konferensi Sinode KINGMI Klasis Wagaamo (Pintu Masuk Injil) menjelaskan sedikit tentang arti dan makna Gereja, karena kegiatan Konferensi Sinode bertujuan untuk mengembangkan tugas dan panggilan Gereja, sepanjang Gereja itu eksis di tanah ini.


A.    ARTI GEREJA

Banyak orang masih belum memahami arti dan makna Gereja yang sesungguhnya. Gereja yang sesungguhnya bukanlah nama sebuah organisasi yang dibuat oleh tangan manusia. Gambaran umum daripada pengertian Gereja yang sesungguhnya adalah "Perkumpulan orang-orang percaya yang dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang KRISTUS", makna yang lain juga adalah mereka yang menerima dan menempatkan YESUS KRISTUS Kepala GERERJA sebagai TUHAN dan Juruselamat pribadi dalam hidupnya sampai kepada Pemilik datang menjemput Gereja dan mengundang serta menempatkan YESUS KRISTUS dalam perkumpulan-perkumpulan secara kolektifitas kelembagaan".

Berangkat dari pengertian Gereja di atas, maka Gereja yang sesungguhnya memiliki arti berganda, antara lain:

1.      Gereja yang TIDAK KELIHATAN adalah "Tubuh" orang-orang yang mengundang Tri Tunggal Yang Esa dan menempatkan sebagai TUHAN dan Juruselamat pribadinya. "Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait ALLAH dan bahwa ROH ALLAH diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait ALLAH, maka ALLAH akan membinasakan dia. Sebab bait ALLAH adalah kudus dan bait ALLAH itu ialah kamu." (I Korintus 3:16-17) "Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait ROH KUDUS yang diam di dalam kamu, ROH KUDUS yang kamu peroleh dari ALLAH, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?" (I Korintus 6:19).
2.      Gereja yang KELIHATAN adalah "perkumpulan orang-orang percaya yang menempatkan imannya kepada YESUS KRISTUS". "Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." (Matius 18:20).

Gereja yang dibangun KRISTUS, ditempatkan di atas pondasi yang kuat yakni "KRISTUS YESUS" sendiri. Pengakuan yang sungguh bahwa "YESUS KRISTUS adalah Mesias, Anak ALLAH yang hidup!" merupakan pondasi Gereja yang tidak mudah rubuh dalam badai yang menerga Gereja yang kuat ini. Seperti pengakuan Petrus, "Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah MESIAS, Anak ALLAH yang hidup!" Kata YESUS kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya." (Matius 16:16-18). Untuk mengakomodir kepentingan perkumpulan orang-orang yang menempatkan imannya kepada YESUS KRISTUS dan untuk mencari jiwa-jiwa yang harus digerejakan supaya mereka dapat diikat oleh sebuah ikatan organisasi yang kuat, maka orang-orang tersebut membentuk sebuah organisasinya masing-masing menurut pandangannya, yakni:

1.      Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua,
2.      Gereja Kristen Injil di Tanah  Papua,
3.      Gereja Babtis,
4.      Gereja Bethel Indonesia,
5.      Dsb.

Organisasi yang dibentuk oleh orang-orang yang dipanggil TUHAN di atas memiliki tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakannya. Supaya kegiatan peribadahtan dan pelayanan dari Gereja berjalan dengan baik dan terakomodir, organisasi yang dibentuk ini memiliki:

1.      Visi, Misi, Target dan Fokus bersama dalam organisasi yang dibentuk, serta tujuan dan maksud yang jelas.
2.      Organisasi ini memiliki Program-Program bersama.
3.      Memiliki Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART).
4.      Dasar Pendirian yang jelas Surat Keputusan (SK/Akte Notaris).

Dengan demikian tidak dapat disangkal oleh siapapun juga bahwa Organisasi Kemah Injil Gereja Masehi (KINGMI) di Tanah Papua Barat juga adalah "GEREJA" karena Umat TUHAN telah menempatkan imannya kepada YESUS KRISTUS Kepala Gereja Yang Sejati.


B.     SEKILAS AWAL MULA KEMAH INJIL

Pdt. DR. ALBERT BENJAMIN SIMPSON pendiri Gereja Kemah Injil dan atau C&MA sedunia lahir di Cavendish, Prince Edward Island, Canada anak ketiga dari empat bersaudara dari pasangan James Simpson, Jr. dan Janet Clark. Saudara perempuannya berkata: Dia seperti Semuel Kecil yang diberikan TUHAN. Ibuku berkata bahwa ia akan diserahkan kepada TUHAN sejak kecil untuk melayani TUHAN akhirnya kini ia dapat menjadi Pendeta dan melayani TUHAN.

Albert yang muda menghidupkan Ajaran Tradisi Presbyterian Calvinistic Skolandia dan Tradisi Puritan. Perubahan imannya dimulai di bawah Pendeta Henry Grattan Guinness, seorang penginjil asal Irlandia selama masa kebangkitan kembali 1859. Simpson menghabiskan waktu di daerah Chatham, Ontario, dan diterima pada pendidikan pelatihan teologi di Toronto pada Knox College, University Toronto

Setelah menyelesaikan studi pada tahun 1865, Simpson ditabiskan menjadi pendeta di Gereja Presbyterian Canada, kelompok terbesar Presbyterian di Canada yang bergabung setelah keberangkatannya ke Amerika. Pada usia ke 21, dia menerima suatu panggilan dari Gereja Presbyterian Konox Knox dekat Kota Hamilton, Ontario.

Pada Desember 1873, pada usia 30, Simpson meninggalkan Canada dan menerima beban altar Gereja Presbyterian yang paling besar di Kota Louisville, Kentucky, Gereja Presbyterian Chestnut Jalanan. Gereja ini berada di Kota Louisville yang pertamanya menyusun kotbah Injil pada orang-orang umum dengan bangunan Gedung Mewah berbentuk Kemah Musa yang adalah visi yang diperoleh dari TUHAN ALLAH. Meskipun kesuksesannya pada Mimbar Gereja Presbyterian Chestnut, Simpson merasa kecewa dan sedih melihat kondisi di luar Gereja yang mewah dengan kelompok hartawan (orang-orang kaya). Tidak sedikit orang yang belum mendapat sentuhan Kasih KRISTUS. Mereka umumnya adalah kaum merana dan terlantar diatas kemegahan kota New York dengan sebutan gelandangan, pemabuk, perokok, pelacur dan pencandu alkohol yang sama sekali tidak pernah disentuh oleh pelayanan Injil KRISTUS. Ia merasa sedih: Bukankah Injil ini hanya orang yang mengganggap dirinya benar dan taat ibadah serta orang-orang kaya. Maka ia keluar dari Gereja dan menjadi Pendeta Bebas sebagai penginjil jalanan dan mendirikan kemah kecil - seperti Kemah Musa untuk menjangkau bagi yang tak dijangkau.

Tetapi pada tahun 1881, hanya setelah dua tahun menginjili, ia mengundurkan diri dan menjadi penginjil bebas bagi kaum miskin, merana dan terlantar di Kota New York. Ia melayani kaum migran dari Indian di New York namun ditolak Gereja mewah dan umum adalah orang-orang kaya halmana dicatat bahwa he resigned in order to begin an independent gospel ministry to the many new immigrants and the neglected masses of New York City. Dia melayani menjadi Pendeta Jalanan. Ia menjadi penginjil bebas bagi kaum gelandangan.

Pelayanan Pdt. Dr Albert Benjamin Simpson menghasilkan buah, tidak sedikit orang yang dimenangkan bagi KRISTUS. Ia membawah masuk di dalam Gereja untuk pembinaan dan pemuridan lanjutan, tetapi tidak diterima oleh Gereja Presbyterian Chestnut. Ia melayani mereka dalam Khotbah dan mengajar. Disamping itu ia juga menuliskan buku-buku majalah untuk menguatkan iman orang-orang gelandangan, pemabuk, perokok, pelacur dan pencandu alkohol yang sama sekali tidak pernah disentuh oleh pelayanan Injil KRISTUS yang telah dimenangkannya. Dia menulis lebih dari 70 buku dari Alkitab dan Kehidupan Kristen. Pada tahun 1991 majalah ini dikenal luas dengan nama The Alliance Weekly,  kemudian Alliance Life dan sekarang A life. Adalah penerbit resmi The Christian and Missionary Alliance, di Amerika dan Kanada.

Dia juga menulis banyak syair lagu dan puisi. Dengan inspirasi kebenaran dia mendapat Ilhaman dengan memperkenalkan empat Injil Berganda, "YESUS Pengudus, YESUS Penyembuh, YESUS Juruselamat dan YESUS Raja yang datang". Yang kemudian menjadi Asas Gereja Kemah Injil se-dunia.

Tahun 1883 dia mendirikan suatu lembaga pelatihan bagi penginjilan dalam konteks antarbudaya multi-cultural context yang dimulainya pada permulaan Nyak College and Alliance Theological Seminary. Tahun 1889, Simpson dan keluarga pindah ke rumah baru. Yang kemudian menjadi Kemah New York New York Tabernacle. Tempat ini menjadi Markas Penginjilan Kemah Injil seperti Kemah Musa untuk memberitakan Kabar Kebebasan Kaum Tertindas dalam misi Pengabaran Injil Kerajaan ALLAH hingga ke Tanah Papua (Dari New York sampai New Guinea).

Alberth memperkuat Kemah yang dibangunnya di kota New York Amerika Serikat dan Canada. Selanjutnya ia mengirim misi pertama ke luar negeri yaitu: Negara Kongo, yang selanjutnya Negara China, Negara Indonesia dan Papua Barat. Jaffray, Jaffray Wesley Brill serta beberapa orang ke Indonesia. Tetapi Walter Post dan Rusell Deibler datang ke Papua Barat yang telah diintai sebelumnya oleh Jaffray.

Pada awal tahun 1938 bulan Desember, Walter Post dan Rusell Deibler ke Tanah Papua melalui Sungai Yawei bagian selatan Papua di daerah Paniai wilayah pelayanan Klasis Wagaamo (Pintu Masuk Injil). Setelah mereka sampai di Paniai - Papua, para misi melaksanakan visi TUHAN di Papua yaitu memenangkan jiwa bagi KRISTUS. Dari tahun 1938-1962 pelayanan berjalan dibawah Misi C&MA, pelayanan dikontrol dari Makassar. Namun demikian, kerena di Papua masih menggunakan bahasa dan mata uang sendiri (Belanda), maka Pada tahun 1962 diserahkan kepada putra daerah yang telah disiapkan sebelumnya. Untuk melanjutkan visi TUHAN secara terorganisir, pada tahun 1962 di Beoga bentuklah sebuah organisasi yaitu: Kemah Injil Gereja Masehi yang disingkat menjadi (KINGMI) di Tanah Papua yang disahkan pada Konferensi Perdana di Bomou tanggal 6 April 1963. Dari tahun 1963-1983, pelayanan berjalan dibawah payung Gereja KINGMI. Dari tahun 1983 Gereja KINGMI bergabung dengan Gereja Persatuan yaitu GKII sampai tahun 2006. Gereja KINGMI bergabung dengan Gereja Kesatuan (GKII) bukan karena kepentingan pelayanan Gereja Papua, tetapi karena kepentingan para Misi untuk mempersingkat pengurusan visa ijin tinggal di Indonesia. Sepanjang Gereja Papua bergabung dengan Gereja Kesatuan (GKII) tidak menguntungkan Umat Papua, seperti: beasiswa diberhentikan, pelayanan transportasi udara (pesawat MAAF) tidak melayani dengan baik, bantuan-bantuan dari luar negeri dialihkan ke Gereja Pusat Jakarta dan dari Gereja Papua salurkan dana setiap tahun sebesar Rp. 700.000.000,00 (Tujuh Ratus Juta Rupiah). Umat TUHAN di Papua yang dikorbankan oleh sistim pelayanan Gereja Kesatuan (GKII) selama ini yang tidak menyentuh, maka Umat TUHAN mengambil inisiatif kembali ke KINGMI yang sudah lama hilang untuk menata kembali pelayanan dari dekat. Pada tahun 2006 dalam Konferensi Wilayah yang ke VIII di Nabire, wilaya Papua menjadi Sinode KINGMI dan disahkan dengan "Berdasarkan AD/ART yang diamendemen (a) Gereja Kemah Injil Indonesia Wilayah dengan Pemerintah Otsus seperti: Papua dapat menggunakan system pemerintahan Gereja Sinode atau Presbiterial Sinodal (b) Setiap GKII Wilayah di Indonesia memekarkan wilayahnya dengan mengacu kepada AD/ART GKII".

Kerja keras daripada para pionir Gereja KINGMI menunjukan hasil yang memuaskan. Perkembangan Kemah Injil Gereja Masehi di Tanah Papua Barat menduduki urutan pertama yang terdiri dari mayoritas orang asli Papua dengan jumlah 71 lebih Klasis yang tersebar di Tanah Papua.


C.    KONFERENSI SINODE KINGMI.

Konferensi Sinode ke IX Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua Wamena, 21-26 Juni 2010 diselenggarakan berdasarkan Anggaran Dasar (AD) Gereja Kemah Injil KINGMI di Tanah Papua pasal XIII ayat 1 dan Anggaran Rumah Tangga (ART) KINGMI pasal VII ayat 2, 3, dan pasal XVI ayat 1, 6.

Konferensi Sinode KINGMI adalah merupakan alat untuk menetapkan program kerja lima (5) tahun kedepan serta memilik dan menetapkan seorang pemimpin yang akan mengontrol tugas gerejani selama lima (5) tahun ke depan.

Dengan demikian dalam Konferensi (Sidang) Sinode Gereja Kemah Injil KINGMI di Tanah Papua telah menetapkan program kerja lima (5) tahun kedepan dan memilih seorang pemimpin untuk kelancaran peribadahtan serta Pelayanan Gereja yang utuh, baik jasmani maupun rohani.



BAB  II
PESERTA KONFERENSI
KLASIS WAGAAMO (PINTU MASUK INJIL)


Pada tangal .... ... Peserta Konferensi Klasis Wagaamo (Pintu Masuk Injil) mendapatkan undangan dari Sinode KINGMI di Tanah Papua dengan peserta resmi 12 orang untuk mengikuti Konferensi gerejani yang selalu diadakan dalam lima (5) tahun sekali. Kewajiban dari organisasi yakni Kemah Injil Gereja Masehi (KINGMI) di Tanah Papua untuk mengikuti Konferensi yang akan diadakannya, maka bagaimana pun juga harus memenuhi undangan tersebut.

Tetapi sayangnya Umat TUHAN Gereja KINGMI Klasis Wagaamo (Pintu Masuk Injil) dalam keadaan perbedaan persepsi yang telah diciptakan oleh oknum-oknum tertentu yang mencari nama. Oleh pengaruh segelincir orang yang menamakan diri GKII mempengaruhi beberapa Umat KINGMI, sehingga tidak ada kesempatan mencari biaya transportasi untuk mengikuti Konferensi Sinode KINGMI yang ke-IX di Wamena. Masalah di dalam Umat TUHAN tidak mengurangi semangat untuk mengikuti Konferensi Sinode KINGMI di Wamena yang akan berlangsung dari tanggal 21-26 Juni 2010. Masalah yang telah diciptakan segelincir orang yang menamakan diri GKII dan mengklaim bahwa organisasi tersebut datang dari TUHAN pada hal yang sebenarnya organisasi adalah buatan tangan manusia tetapi "GEREJA" adalah ciptaan TUHAN sebagai tempat kediaman-Nya yang permanent, oleh pertolongan TUHAN sehingga dapat diatasinya dengan baik dan saat ini yang ada di sana hanya Umat TUHAN dan organisi Gereja KINGMI.

Sungguhpun menghadapi masalah demi masalah sehingga peserta Konferensi dari Klasis Wagaamo (Pintu Masuk Injil) tidak ada kesempatan mencari biaya trasportasi ke Wamena untuk mengikuti Konferensi Sinode KINGMI di Tanah Papua dan pulang dari sana, namun demikian oleh dorongan ROH KUDUS yang selalu membangkitkan semangat yang tidak pernah pudar, dalam kesempatan itu diwakili oleh tiga (3) orang Badan Pengurus Klasis, yaitu: Pdt. Neles Pekei, (Ketua Klasis), Pdt. Semuel Pekei (Wakil Ketua Klasis), dan Pdt. Petrus Pinibo (Sekertaris Klasis) ke Wamena untuk mengikuti Konferensi Sinode yang ke-IX.

Semangat yang diberikan oleh ROH KUDUS tidak dapat dibendung dengan kekurangan, keterbatasan dan masalah yang ada dalam pribadi maupun Umat TUHAN Klasis Wagaamo, sehingga pada tanggal 07 Juni 2010 ketiga peserta Konferensi sambil berdiri di atas iman yang teguh, pagi-pagi mulai melangka dari Wagaamo melintasi gunung Yaba Dimi dan tiba di Wakeitei (Waghete). Sekitar jam + 08 siang, ketiga hamba TUHAN dari Wagaamo bersama peserta Konferensi dari lima (5) Klasis Kordinator Deiyai naik di Strada menuju ke Nabire. Dalam perjalanan menuju ke Nabire, menghadapi banyak tantangan di tengah jalan, walaupun demikian oleh pertolongan TUHAN sehingga mereka sampai di Nabire dengan selamat. Di Nabire, rombongan peserta Konferensi tinggal selama ... hari.

Di pelabuhan Nabire sebelum naik di atas Kapal Laut menuju Jayapura, menyaksikan peristiwa/tanda yang dasyat. Sementara para peserta Konferensi menungguh Kapal Laut yang nantinya akan dinumpanginya, rombongan menyediakan waktu untuk berdoa, dalam doa mereka mendoakan perjalanan pulang pergi, sepanjang Acara Konferensi KINGMI yang ke-IX dan pemilihan Ketua Sinode yang dikehendakhi oleh TUHAN. Setelah selesai berdoa, tiba-tiba sebuah awan hitam tebal menutupi kota Nabire dan sekitarnya. Awan tebal itu disertai dengan hujan yang besar. Ada yang takut dengan perubahan iklim menakutkan yang sedang terjadi tetapi ada pula yang tidak takut terhadap hal itu.

Kebiasaan di setiap pelabuhan bahwa diketat oleh petugas keamanan dengan extra ketat, baik oleh sekuriti maupun polisi. Namun anehnya saat rombongan peserta Konferensi naik ke Kapal Laut, tidak ada keamanan yang menjaga kekatat seperti biasa saat itu, sehingga peserta Konferensi naik di atas Kapal tanpa keamanan apalagi ribuan penumpang dan pengunjung yang kadang memadati tangga-tangga kapal laut pun tidak ada. Sementara itu awan tebal dan hujan besar yang mengguyur daerah pelabuhan membuat para penumpang Kapal serta keamanan mencari tempat berteduh, namun demikian para peserta Konferensi tidak diguyuri hujan.

Setelah peserta konferensi masuk di dalam Kapal, mereka berbicara satu kepada yang lain bahwa "Sebagaimana awan tebal dan hujan besar yang datang membuat orang panik sehingga mencari tempat kering tetapi bagi kita, tidak ada apa-apa pada tubuh kita, demikian juga walaupun kita akan menghadapi tantangan pada Konferensi di Wamena tetapi perjalanan kita kali ini akan membawah kabar yang menggembirakan." Pada tanggal ............. ....  Peserta Konferensi Sinode meninggalkan kota Nabire Menuju ke Jayapura.

Oleh perlindungan dan pertolongan dari TUHAN sehingga pada tanggal ............. para peserta Konferensi Sinode yang ke-IX tiba di Pelabuhan Jayapura dengan selamat. Dari pelabuhan Jayapura, menggunakan tiga kendaraan model Star Wagon menuju ke Sentani tempat penampungan sementara. Di Sentani para peserta Konferensi Sinode Kingmi dari Kordinator Deiyai tinggal selama satu minggu dari hari ....... sampai hari ....... Pada hari kedua, para Peserta Konferensi Sinode yang ke-IX percayakan pengurusan tiket transportasi dari Jayapura ke Wamena kepada Panitia Konferensi Sinode rayon Jayapura.

Dari Jayapura keberangkatan para peserta ke Wamena terbagi dalam beberapa kali angkutan karena ditambah pula dengan peserta Konferensi dari beberapa kota di Papua. Pada tanggal 17 Juni 2010 pagi jam 08.00 waktu Papua, peserta Konferensi Sinode Kemah Injil Gereja Masehi (KINGMI) yang berasal dari Klasis Wagaamo (Pintu Masuk Injil), yakni: Pdt. Neles Pekei, (Ketua Klasis), Pdt. Semuel Pekei (Wakil Ketua Klasis), Pdt. Petrus Pinibo (Sekertaris Klasis), Vic. Senior Pekei, dan Vic. Petrus Badokapa, S. Th serta ditambah dengan dua orang peserta dari Klasis Tigi, yaitu: Pdt. Silas Pekei (Ketua Klasis Tigi), Pdt. Pelipus Kotouki (Ketua Penginjilan Klasis Tigi) tiba di Wamena dengan selamat. Kami disambut oleh keluarga Menase P. Edoway dan Keluarga Simon A. Edoway sebagai manusia istimewa. Mereka menyediakan makan, minum dan tempat untuk bertedu.

Seperti iman yang teguh dari ketiga hamba TUHAN dari Klasis Wagaamo (Pintu Masuk Injil) bahwa walaupun ada masalah di dalam Umat TUHAN sehingga tidak ada kesempatan untuk mencari biaya transportasi ke Wamena, hal itu tidak menghalangi atau mematahkan semangat perjalanan mereka, namun kami akan sampai kepada tujuan sehingga kami akan ikut Konferenai dengan selamat dan akan kembali juga dengan membawah hasil yang memuaskan. Seperti kata Alkitab "Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati." (Yakobus 2:26). Iman dan perbuatan dari ketiga hamba TUHAN tadi menghasilkan buah.

Dari Wamena, untuk memenuhi permintaan dari Panitia bahwa peserta Konferensi 12 orang, disamping ketiga peserta di atas, yang lainnya diambil dari beberapa kota di Papua yang berasal dari Klasis Wagaamo (Pintu Masuk Injil) untuk memenuhi ketentuan Panitia Konferensi tersebut, di antaranya: Vic. Senior Pekei, Vic. Petrus Badokapa, S. Th. dari kota Jayapura; Alex Edoway, Am. Pd. Agus Edoway, SE. Simon Edoway, Am. IP., Menase Edoway, Jefry Edoway, ST., dari kota Wamena; dan Yunus Dogopia, dan Oktopianus Dogopia, dari kota Timika.



BAB  III
KERANGKA ACUAN
KONFERENSI SINODE KINGMI KE IX 2010


Konferensi adalah rapat atau pertemuan untuk berunding atau bertukar pendapat mengenai suatu masalah yang dihadapi bersama; permusyawaratan; muktamar. Sinode adalah badan pengurus tertinggi di Gereja Protestan berarti yang dimaksud dengan Konferensi Sinode adalah rapat atau pertemuan untuk berunding atau bertukar pendapat mengenai suatu masalah yang dihadapi Badan Pengurus Tertinggi di Gereja.

Gereja KINGMI yang menganut sistem pemerintahan Gereja Prebisterian Sinodal menetapkan Konferensi di Tingkat Sinode dilaksanakan sekali dalam lima tahun.

Tujuan pelaksanaan Konferensi Sinode adalah untuk memilih Badan Pengurus Sinode, mengevaluasi program kerja periode sebelumnya dan menetapkan program baru sebagai kebijakan pelayanan untuk periode kedepan.

Konferensi Sinode IX KINGMI yang telah dilaksanakan pada bulan Juni tahun 2010 ini sebagai instrumen yang mempersatukan seluruh komponen Sinode KINGMI di Tanah Papua Barat merupakan momentum untuk menyatukan Visi, Misi dan Fokus pelayanan Gereja KINGMI di Tanah Papua.


A.    NAMA, TEMA, TEMPAT, DASAR DAN TUJUAN KEGIATAN.

Setiap kegiatan yang dilakukan memiliki nama. Demikian juga kegiatan akbar yang telah dilakukan oleh Gereja KINGMI adalah "Konferensi Sinode ke IX Gereja Kemah Injil KINGMI di Tanah Papua". Tema umum kegiatan akbar ini: "BERUBAH UNTUK MENJADI KUAT" Sub Tema : "Mewujudkan Pembaruan yang Membawah Damai Sejahtera".

Tempat dan waktu kegiatan akbar Konferensi Sinode ke IX Gereja KINGMI di Tanah Papua, tempat penyelenggara adalah Wamena, waktu penyelenggara kegiatan akbar selama 6 hari, dari tanggal 21-16 Juni 2010.

Dasar Pelaksanaan Konferensi Sinode ke IX Gereja KINGMI di Tanah Papua berdasarkan pada:

1.      AD/ART Gereja KINGMI di Tanah Papua pasal VIII tentang pelaksanaan konferensi.
2.      Keputusan Konferensi Wilayah GKII ke VIII Nabire tahun 2006.
3.      Surat Keputusan BPH Sinode Nomor: 78/SK-BPS/KINGMI/IX2008 tentang penunjukkan Panitia Konferensi Sinode IX.
4.      Keputusan Raker Sinode III Gereja KINGMI di Tanah Papua bulan November 2008 di Sorong.
5.      Surat Keputusan BPH Sinode Nomor: 78/SK-BPS/KINGMI/IX2007 tanggal 30 Agustus 2007.

Jika kegiatan besar atau kecil dilakukannya maka mempunyai tujuan, demikian juga Konferensi Sinode ke IX Gereja KINGMI di Tanah Papua mempunyai tujuan, antara lain:

1.      Tujuan umum.
Pertanggung jawab Mandat Pelayanan dari Organisasi Sinode kepada Gereja melalui Konferensi, Konsolidasi organisasi Gereja KINGMI dalam rangka restrukturisasi  organisasi, dan menghasilkan Visi, Misi dan Fokus pelayanan yang lebih memberdayakan dan membebaskan umat.

2.      Tujuan khusus.
Mengefaluasi program D-4 sebagai program resmi Sinode KINGMI selama 4 tahun yang lalu, Menegaskan kembali visi, misi dan strategi serta kegiatan-kegiatan pelayanan Sinode Gereja KINGMI di Tanah Papua Barat, Memilih dan menetapkan Badan Pengurus Baru periode tahun 2010-2015, dan Menghasilkan pedoman dan teknis pelaksanaan serta kalender kerja.


B.     TARGET.

Target Konferensi Sinode IX adalah Menetapkan rancangan Pokok-Pokok Program Kerja Sinode 5 tahun mendatang, Melahirkan Arah atau pedoman/peraturan penyelenggaraan pelayanan, Membentuk semangat kebersamaan demi pelayanan yang prima bagi umat TUHAN di Tanah Papua, dan Melahirkan dan menetapkan visi, misi  Gereja KINGMI.


C.    PENANGGUNG JAWAB DAN BENTUK KEGIATAN.

1.      Penanggung Jawab Konferensi Sinode IX

Badan Pengurus Harian Sinode Gereja KINGMI di Tanah Papua, Kordinator Kabupaten Jayawijaya, Yahukimo dan Nduga, dan Panitia Pelaksana Konferensi Simode ke IX.

2.      Bentuk Kegiatan:
a.       Sidang-Sidang/Rapat-Rapat. Sidang-Sidang/Rapat-Rapat yang telah dilakukan yaitu: Rapat Paripurna, Rapat Pleno, dan Rapat Komisi.
b.      Ibadah: Ibadah-ibadah antara lain: Ibadah pembukaan, kebaktian PA/ KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani), dan Ibadah Penutup.
c.       Ceramah-ceramah.


D.    JUMLAH PESERTA KONFERENSI SINODE KINGMI KE IX

Peserta dan peninjau Konferensi Sinode Gereja KINGMI di Tanah Papua IX adalah seluruh komponen Gereja KINGMI antara lain: Badan Pengurus Sinode, Kordinator Sinode Gereja KINGMI, Badan Pengurus Klasis, Panitia dan undangan, uraiannya sebagai berikut:

1.     Peserta:


a.      Peserta Resmi : 1) Seluruh Badan Pengurus Sinode, Ketua Departemen dan Penasihat Sinode; 2) Kordinator Sinode Gereja KINGMI; 3) Badan Pengurus Klasis; Pinpinan STT, YAPKI, YPPGI, dan AMKI; dan 4) Kaum Profesional.

b.      Peserta Peninjau : 1) Unsur Gereja Sahabat atau Gereja seasas; 2) Unsur Pemerintah; dan 3) Panitia Konferensi Sinode KINGMI ke IX.

2.      Jumlah Peserta

 

a.       BPHS, Departemen dan Organisasi Intra Gereja:

i.   Penasihat Sinode                                              =      03 orang
ii.  Badan Pengurus Harian Sinode                       =      09 orang
iii. Departemen Sinode                                         =      08 orang
iv. STT, YPPGI, YAPKI dan AMKI                   =      08 orang

b.      Kordinator Klasis KINGMI                                       =      11 orang

c.       Badan Pengurus Klasis KINGMI:

i.   Utusan 71 Klasis X 6 orang Badan Pengurus  =    432 orang
ii.  Utusan 71 Biro Klasis X 4 orang Pengurus     =    284 orang
iii. Utusan Profesional 71 Klasis X 2 orang          =    142 orang

d.      BPP GKII                                                                   =      03 orang

e.       Misi C&MA dalam/luar negeri                                   =      05 orang

f.       Undangan/Peninjau                                                     =    220 orang

g.      Panitia                                                                         =    250 orang

Tota Keseluruhan   &












Pelatihan Online EasyWorship 2009 mulai 06 April 2015
- Soal Latihan 1 EasyWorship 2009 - Pembuatan Slide Tata Ibadah
- Register | Login


Selanjutnya:
PERSIAPAN Pemekaran Wilayah GKII Kalimantan Timur Bagian Utara - 27-29 Juni 2011

Sebelum:
GARIS BESAR PROGRAM GEREJA KEMAH INJIL (KINGMI) DI TANAH PAPUA tahun 2010-2015

All Tentang GKII:

Alamat Gereja Gereja GKII


Konferensi Nasional (KONAS) GKII seluruh Indonesia tanggal 11-15 April 2016 di Menado


KATA SAMBUTAN KETUA UMUM DALAM PASKAH 2016


SAMBUTAN KETUA UMUM PADA HARI ULANG TAHUN GEREJA KEMAH INJIL INDONESIA KE 88 10 FEBRUARI 2016


Pengakuan Iman Kemah Injil


Pembukaan Rakernas ke 5 Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII)


PERSIAPAN Pemekaran Wilayah GKII Kalimantan Timur Bagian Utara - 27-29 Juni 2011


GEREJA KEMAH INJIL KINGMI DI TANAH PAPUA Sabtu, 30 Oktober 2010


GARIS BESAR PROGRAM GEREJA KEMAH INJIL (KINGMI) DI TANAH PAPUA tahun 2010-2015


PERUBAHAN (AMANDEMEN) ANGGARAN DASAR GEREJA KEMAH INJIL INDONESIA Nomor 07


Pengakuan Iman GKII


VISI MISI GKII


Sejarah Kemah Injil


Dari KINGMI ke GKII


Gereja Kemah Injil Indonesia adalah ...


Pembacaan Alkitab Setahun - GKII


Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen, MENU UTAMA:
Contoh Tata Ibadah GKII(6)
GKII News(2)
NA(1)
Nyanyian Kemenangan Iman (NKI)(352)
Tentang GKII(16)
Video(2)

Arsip Tentang GKII..


Register
Login

songbatak.com-karaoke





Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de